Selamat datang,
Pengunjung
. Silahkan
masuk
atau
mendaftar
.
Lupa
email aktivasi Anda?
10 Pebruari 2010, 01:12:38
1 Jam
1 Hari
1 Minggu
1 Bulan
Selamanya
Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Cari:
Pencarian lanjutan
Segera lengkapi Nama Tampilan Anda dengan identitas yang benar, bukan nama samaran.
Gagal Login? Gunakan browser Firefox, Opera, Safari, Chrome atau Internet Explorer 8.
Forum Fakultas Psikologi UGM
Diskusi Psikologi
Psikologi Klinis
Relaksasi
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
« sebelumnya
berikutnya »
Halaman:
[
1
]
2
Pembuat
Topik: Relaksasi (Dibaca 2555 kali)
neila
Moderator Global
Anggota Yunior
Karma: +4/-2
Offline
Tulisan: 91
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fak. Psikologi. UGM
Relaksasi
«
pada:
07 November 2006, 08:42:56 »
Topik riset di dalam bidang psikologi klinis UGM secara garis besar dipayungi oleh Clinical & Health Psychology. Umumnya riset yang dilakukan oleh tim anggota bagian psikologi klinis adalah riset-riset terapan.
Relaksasi sudah di riset semenjak 10 tahun lalu. Diawali dengan beberapa gangguan psikologis yang dapat di turunkan melalui latihan relaksasi. setelah itu dikembangkan lebih lanjut dengan riset-riset mengenai bermacam-macam relaksasi. Ada relaksasi otot, imajeri, dan meditasi. Sampai di manakah relaksasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan psikologik?
Tercatat
cheers'
nei.
esteje
Anggota Yunior
Karma: +2/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 70
Re: Relaksasi
«
Jawab #1 pada:
07 November 2006, 10:28:17 »
glad to hear that health psychology has been applied in UGM. berikut ini adalah sharing saya mengenai relaksasi
Bagi banyak orang yang hidup di tengah budaya modernisasi dengan arus perubahan yang sangat cepat, relaksasi bias jadi tidak ada dalam kamus mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sangat disibukkan oleh kebutuhan (baca: keinginan) untuk menggapai prestasi (apapun bidangnya, dimanapun tempatnya) hingga lupa untuk bersantai (relax).
Orang bahkan sering merasa bersalah atau tidak nyaman kalau tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif atau usaha yang dapat menuju pada pencapai sasaran (hidup, pekerjaan) tertentu. Sekalipun jika orang beristirahat sejenak dari �rat race� dan mencoba untuk relax; mereka masih memiliki keinginan untuk berpacu dengan waktu.
Relaksasi, baik itu yang berwujud
kegiatan fisik
(mulai dari yang ringan � seperti yoga, tai-chi, medium-berat - seperti aerobic, sampai yang berat � berenang, squash, mendaki gunung),
kegiatan kreatif
seperti melukis, fotografi, menghias keramik, membuat kerajinan dari �beads�,
relaksasi progresif
nya Edmund Jacobson atau
autogenic training
nya Dr. Schulz yang bersumberkan pada auto-hypnotic, dan mengutamakan keheningan suasana untuk mendengarkan gerakan-gerakan yang terjadi di tubuh kita, sampai dengan
meditasi
atau relaxation response; dapat menjadi �pelarian�, �jalan keluar� (atau apapun kita menyebutnya) dari tekanan-tekanan (mental, psikologis) ataupun kewajiban sehari-hari.
Relaksasi adalah suatu kegiatan positif yang dapat memberikan rasa nyaman dan puas. Relaksasi adalah cara untuk �melupakan sejenak kecemasan-kecemasan kita� atau �mengistirahatkan pikiran kita� dengan cara menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) kita melalui suatu kegiatan yang menyenangkan.
Relaksasi termudah adalah jika kita tahu kegiatan apakah yang dapat menimbulkan �rasa senang, rasa lepas, dan rasa puas� untuk diri kita. Hal itu mungkin dapat berupa menghabiskan waktu dengan duduk bersama anak-anak atau pasangan, membaca buku, bermain gitar, piano, atau sekedar menonton film, wayang kulit, drama.
Kegiatan fisik biasanya dapat meningkatkan kebugaran (fisik dan psikis), mengatasi kelesuan (fatigue), kesulitan tidur (insomnia) ataupun mengurangi depresi. Namun bagi sebagian orang yang justru merasa �tidak relax� kalau melakukan kegiatan fisik, maka complete relaxation adalah alternatifnya. Dengan complete relaxation, semua stimulus yang berasal dari luar dirinya untuk sementara �diistirahatkan� sehingga baik fisik, pikiran maupun psikis dapat juga ikut beristirahat.
Menjadikan relaksasi salah satu kegiatan harian yang rutin dan menjadi bagian dari gaya hidup (life style) akan dapat memberikan energi tambahan untuk terus berjalan di tengah hiruk pikuknya kehidupan modern. Yang diperlukan adalah sedikit waktu dan kesungguhan hati (commitment). Pilih cara atau metode relaksasi yang dirasa paling cocok dan jalani itu secara rutin dan teratur. Semakin sering kita melakukan relaksasi, akan semakin relax diri (psikis) kita. Semakin relax, insya Allah semakin panjang juga usia kita.
Setengah jam sehari untuk diri sendiri adalah bukan pengorbanan (waktu) yang besar, terutama jika dibandingkan dengan manfaat yang akan kita peroleh melalui relaksasi.
Selamat berelaksasi ...
Tercatat
neila
Moderator Global
Anggota Yunior
Karma: +4/-2
Offline
Tulisan: 91
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fak. Psikologi. UGM
Re: Relaksasi
«
Jawab #2 pada:
05 Maret 2007, 05:14:16 »
hallo rekans,
dengan gembira disampaikan bahwa bagian psikologi klinis fakultas psikologi UGM dapat menyebarkan luaskan Video Pembelajaran Relaksasi Otot. Video ini berisi kuliah singkat mengenai relaksasi dan sekaligus ada contoh relaksasi yang diperagakan oleh Model. Meskipun masih sederhana, namun cukup bagus sebagai mula dari pengembangan metode pembelejaran di fakultas tercinta.
Video dapat dipesan langsung ke email saya saja yang sampai saat ini masih merangkap sebagai tenaga penjual (he he he) versi VCD seharga Rp. 100.000,00
Tercatat
cheers'
nei.
Teddi
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Tulisan: 17
Re: Relaksasi
«
Jawab #3 pada:
30 Maret 2007, 09:00:16 »
Halo rekan-rekan,
Silakan baca buku Salat Smart tulisan M. Shodiq Mustika. Di sana, salat ternyata bisa menjadi aktivitas yang membangun kecerdasan. Tidak sekedar teori, setelah saya coba praktekkan salat dengan gaya disitu, efek relaks-nya amat terasa. Intinya sih, untuk mencapai hasil maksimal dari proses relaksasi, harus ada integrasi antara semua indra untuk fokus pada pelepasan stres (atau distress ya lebih tepatnya, agak lupa). Pikiran, perasaan, dan tindakan yang jadi satu tidak hanya mengurangi tingkat stres, bahkan bisa memicu unconscious kita untuk memunculkan alternatif solusi. Kalau di NLP ya semacam Perceptual Position gitu lah...
Salam,
Teddi
Tercatat
Teddi Prasetya Yuliawan
Loki
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 5
Institusi/ Perusahaan/ Program: Independent Group
Re:Relaksasi
«
Jawab #4 pada:
06 Maret 2009, 11:47:42 »
Salam kenal...
Saya anggota baru...
Sebenarnya saya bingung dengan apa yang dimaksud relaksasi..
Apakah sama dengan relaksasi yang biasa kita lakukan ketika selesai berolahraga? Atau lebih seperti yoga, yang berfokus pada pernapasan melalui pengucapan beberapa kata khusus yang umunya tidak diketahui artinya? atau seperti meditasi?
Selama ini saya selalu menganggap relaksai sama seperti itu dan beberapa kepercayaan ada yang memperbolehkan ada pula yang tidak, seperti yoga yang kontroversial...
Apakah seperti itu??
Ayo kita berdikusi ttg Multiple Personality...
Tercatat
neila
Moderator Global
Anggota Yunior
Karma: +4/-2
Offline
Tulisan: 91
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fak. Psikologi. UGM
Re:Relaksasi
«
Jawab #5 pada:
09 Maret 2009, 12:40:25 »
Relaksasi sebetulnya adalah proses merelakskan fisik maupun pikiran. Ada beberapa metode dalam relaksasi ini misalnya olah raga, yoga, relaksasi otot, meditasi dan lain-lain.
Saya sependapat dengan Loki bahwa olah raga dapat dilakukan untuk merelakskan tubuh yang selama ini mungkin tidak semua bergerak atau kalaupun bergerak yah gerakan yang itu-itu saja serta dalam waktu lama, misalnya membaca atau mengetik dalam waktu lama. Kalau mengucapkan kata-kata sugestif yang bertujuan agar pikiran kita tenang, itu juga dapat dikategorikan sebagai relaksasi.
Soo, kenapa ada yang tidak memperbolehkan? tujuan baik kan?
Tercatat
cheers'
nei.
Loki
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 5
Institusi/ Perusahaan/ Program: Independent Group
Re:Relaksasi
«
Jawab #6 pada:
11 Maret 2009, 11:23:51 »
Hehe...
sekedar info...
Beberapa aliran kepercayaan percaya bahwa yoga atau meditasi yang sejenis kadang merapalkan kata-kata yang disimpulkan sebagai mantra2...
itulah yang membuat yoga dan sejenisnya kontroversial...
tapi saya sih tidak selalu mempermasalahkan hal itu...
saya cuma heran, kanapa setiap ilmu itu semakin berkembang semakin terlihat menjauh
dengan agama...
Tercatat
erfa annuri
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 3
Institusi/ Perusahaan/ Program: universitas gadjah mada, majoring in Psychology
Re:Relaksasi
«
Jawab #7 pada:
28 Maret 2009, 05:25:38 »
saya baru join dlm forum diskusi bu neila,
mohon jwbn atas pertanyaan saya ya...
berkaitan dengan penekanan pada hampir seluruh respon emosional apapun, seperti takut atau marah, akan meningkatkan aktifitas sistem saraf simpatik yang dapat memberikan kontribusi terhadap psikopatologi (barlow, Allen, Choate, 2004).
dalam hal ini sejauh mana relaksasi dapat meredam kerja saraf simpatik tersebut jika sumber emosi masih belum tersalurkan (misalnya menekan rasa marah tersebut)?
trims,
PS 5134
Tercatat
neila
Moderator Global
Anggota Yunior
Karma: +4/-2
Offline
Tulisan: 91
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fak. Psikologi. UGM
Re:Relaksasi
«
Jawab #8 pada:
03 April 2009, 08:10:40 »
Erfa,
Relaksasi itu merupakan salah satu pendekatan perilaku. Sebagaimana pendekatan perilakuan yang lain, dia tidak mencari sumber penyebab stres, marah, ataupun sedih. Yang dilakukan dalam relaksasi otot adalah menegangkan dan merilekskan otot-otot. Dengan demikian yang bekerja tidak hanya syaraf simpatetik tetapi juga parasimpatetik. Pada kondisi ini kondisi tubuh maupun pikiran akan berubah dari tegang menjadi rileks...
Relaksasi ini sudah diteliti oleh beberapa periset terbukti dapat mengurangi penyakit psikologik tetapi juga fisiologik. Contohnya sakit asma, insomnia, phobia dlll... Relaksasi dapat dilakukan sebagai metode tunggal maupun bersama-sama dengan metode lainnya.
Tercatat
cheers'
nei.
Zaki Laili
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 11
Institusi/ Perusahaan/ Program: Psikologi UGM
Re:Relaksasi
«
Jawab #9 pada:
04 April 2009, 07:31:56 »
Bu Neila, saya tertarik dengan video relaksasinya. Baru tertarik, belum beli.
Video relaksasi itu diset untuk subjek dewasa atau anak-anak atau untuk semua usia? Apakah ada perbedaan untuk masing-masing kategori usia?
Bagaimana cara mengkondisikan anak-anak untuk relaksasi? Saya pernah menjadi instruktur relaksasi untuk anak-anak SD, tapi sulit sekali membuat mereka tenang. Mereka justru bcercandaan sama temannya, ketawa ketiwi, tapi matanya tetap terpejam. Mohon bantuannya...
Terimakasih...
Tercatat
PS/05208
gina zulfah
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 8
Re:Relaksasi
«
Jawab #10 pada:
07 April 2009, 12:29:17 »
VCD relaksasi yang diceritakan Bu Neila kalo ga salah modelnya orang dewasa...
Waktu semester 1 saya jadi subjek percobaan video relaksasi itu...(waktu itu VCDnya belum diedarkan kali ya...diujicoba dulu, bener ga Bu Neila?)
Wah... enak banget masih berkesan sampe sekarang!!!
Efek yang saya rasakan waktu itu badan jadi seger, ga berasa pegel, dan perasaan jadi tenang
Tercatat
Dewi Putri K
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 5
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fakultas Psikologi UGM
Re:Relaksasi
«
Jawab #11 pada:
07 April 2009, 12:55:59 »
Saya tertarik dengan kata-kata Pak/Sdr Setiawan..
"Setengah jam sehari untuk diri sendiri adalah bukan pengorbanan (waktu) yang besar, terutama jika dibandingkan dengan manfaat yang akan kita peroleh melalui relaksasi.
"
Seringkali ternyata kita pelit (atau tidak sempat) untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri, setidaknya untuk mengevaluasi keseharian yang telah kita lakukan ataupun untuk berelaksasi...
Ternyata, relaksasi sangat beragam dan mungkin telah kita lakukan (tapi tidak tau namanya),
Saya misalnya, setiap hari selalu berusaha meluangkan jeda waktu antara sholat Maghrib dan Isya untuk membaca buku dan mengkondisikan diri untuk bersantai (mis.berkunjung ke kamar teman kos) dan
tidak mau
melakukan aktivitas berkaitan dengan pekerjaan (misalnya.tugas kuliah)..
Hasilnya, saya cukup merasa rileks dan bersemangat untuk beraktivitas kembali setelah sholat isya (meskipun terkadang sering ketiduran karena terlalu rileks, hehe)
Hmm, tapi yang jadi pertanyaan..
sebenarnya waktu yang cocok untuk relaksasi itu kapan ya??
apakah menyesuaikan dengan waktu luang kita?
apa justru kita yang harus meluangkannya di waktu tertentu?
Tiba-tiba saya jadi teringat kuliah bu Sofi yang biasanya dimulai dengan kegiatan relaksasi di kelas.
Jujur saja, saya merasa kesusahan untuk rileks dan berkonsentrasi pada instruksi, karena saya merasa sangat sadar di sekeliling saya ada banyak orang di kelas dan itu membuat saya tidak nyaman...
Jadi, selain faktor waktu,apakah ada perbedaan terhadap keefektifan relaksasi individual dan klasikal?
Maturnuwun....
Tercatat
neila
Moderator Global
Anggota Yunior
Karma: +4/-2
Offline
Tulisan: 91
Institusi/ Perusahaan/ Program: Fak. Psikologi. UGM
Re:Relaksasi
«
Jawab #12 pada:
12 April 2009, 06:34:04 »
Halo Gina,
Ya betul sekali, sekitar 2 tahun lalu Theo Van Gib yang melakukan penelitian untuk uji coba video pembelajaran relaksasi ya. Terima kasih atas peran serta semua yang terlibat. Video ini sudah banyak digunakan untuk penelitian mengenaio relaksasi. Namun demikian masih perlu ditingkatkan terus kualitasnya, sehingga bagi rekan-rekan mahasiswa maupun pembaca forum ini yang berminat untuk bekerja sama memperbaiki media pembelajaran relaksasi ini akan saya terima dengan senang hati.. Mari kersinergi untuk meraih prestasi.. wah kayak kampanye aja yahhh..
Untuk Zaki Laili. Video yang dikembangkan oleh Bagian Psikologi Klinis tersbeut terbatas baru untuk subjek dewasa. Semoga Zaki Laili dapat ikut serta juga mengembangkan relaksasi untuk anak-anak ya.. Pengembangan media ini masih sangat dibutuhkan sehingga di kelas modivikasi perilaku nanti kita pun dapat menggunakan media yang lebih beragam.
Sedangkan untuk Erfa Annuri,
wah relaksasi itu sebetulnya untuk memberikan kesempatan kepada pelaku merasakan perbedaan rasa tegang dan rileks. Apabila pelaku sudah memiliki keterampilan ini, diharapkan dia dapat mengubah perasaan tegang pada saat mengalami peristiwa atau berada pada kondisi yang menegangkan menjadi rileks. Pada saat otot-otot berada pada kondisi rileks ini maka stres yang dialami akan menurun.
Apakah marah harus dilampiaskan? Apabila kita sudah berada pada kondisi rileks, bukankah marah itu pun akan sedikit-demi sedikit berkurang??? Artinya gak harus dilampiaskan bukan??? Ingat lho stres itu gak bisa dihilangkan dari kehidupan manusia, yang dapat dilakukan adalah mengelolanya...
Tercatat
cheers'
nei.
maya irka
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 1
Institusi/ Perusahaan/ Program: psikologi UNLAM
Re:Relaksasi
«
Jawab #13 pada:
25 November 2009, 03:05:37 »
hallo....
saya anggota baru nih..
saya dari unversitas lambung mangkurat kal-sel..
saya ada tgs buad pnlitian nah saya ngmbil topik relaksasi terhadap tingkat stres pada siswa SMA yg akan menghadapi UAN...
kira2 ada yg masukan ga???he
mksie..
Tercatat
Puspa Anggraini
Pendatang
Karma: +0/-0
Offline
Jenis kelamin:
Tulisan: 1
Re:Relaksasi
«
Jawab #14 pada:
07 Januari 2010, 02:03:12 »
saya snagat tertarik dgn topik relaksasi ini bu.Teman sy dari FK mmbawa topik PKM ttg teknik bekam/ cupping therapy dalam pkm nya dan itu mmbawanya lolos ke PIMNAS..
Dr teman sy itu
Saya mncoba mnggali kebih dalam ttg bekam. Dan semakin mmunculkan kekaguman krna teknik ini seperti obat sapu jagat.
Ahli medis(kedokteran barat) pun semakin marak meneliti ttg pengobatan 'ala timur (china/arab) tsb.
Apakah cupping therapy tsb mrupakan trmsuk bntuk terapi relaksasi?krna testimoni yg sy dapat dri bnyak org, mereka mrasa sngat fresh dan relaks stelah mnjalani terapi ini...
kmudian bila dilihat dari segi perilaku, cupping therapy ini apakh bsa mnjadi smcam "supporting therapy" untuk terapi psikologis?
Sya mncoba mncari penilitian cupping therapy dari sudut pndang psikolg. Tapi sy blum menmukannya.Sebenrnya sy ingin meneliti itu untuk skripsi."stress ibu rumah tangga yg mengikuti terapi bekam"
Tapi sy ragu bu, apa ini ckup relevan dterapan dlm pndkatan psikologis. bgmna pndapat ibu?
Tercatat
Halaman:
[
1
]
2
« sebelumnya
berikutnya »
Mengambil...